PENGEMBANGAN PUPUK HAYATI LOKAL DARI MIKROORGANISME POTENSIAL ASAL TANAH GAMBUT KALAMPANGAN, KALIMANTAN TENGAH

Neneng, Liswara and Krestina, Widya (2016) PENGEMBANGAN PUPUK HAYATI LOKAL DARI MIKROORGANISME POTENSIAL ASAL TANAH GAMBUT KALAMPANGAN, KALIMANTAN TENGAH. Project Report. Universitas Palangka Raya. (Unpublished)

[img] Text
LISWARA_HB_BERSAING_2016.pdf

Download (1MB)

Abstract

Pupuk hayati lokal sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kesuburan tanah. Beberapa produk pupuk hayati di pasaran, juga mengandung mikroorganisme dengan berbagai keunggulan, namun keberhasilan aplikasi mikroorganisme ini di lapangan, sangat bergantung pada kemampuan adaptasinya terhadap kondisi lokal yang ada. Potensi mikroorganisme untuk pupuk hayati dari tanah gambut Kalampangan, Kalimantan Tengah, sangat perlu untuk dieksplorasi dan dikembangkan, karena tanah gambut mendominasi areal daratan di Kalimantan Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: 1) karakteristik mikroorganisme yang potensial sebagai pupuk hayati dari tanah gambut Kalampangan, Kalimantan Tengah; 2) potensi mikroorganisme untuk melarutkan posfat (bakteri pelarut posfat), menambat nitrogen (bakteri penambat N), dan memecahkan selulosa (fungi selulitik); 3) potensi komposisi mikroorganisme potensial, untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman (kedelai). Penelitian ini merupakan gabungan penelitian eksploratif dan eksperimen. Sumber sampel untuk penelitian eksploratif berasal dari tanah gambut di daerah Kalampangan, sedangkan perlakuan eksperimen terdiri dari 8 (delapan) perlakuan termasuk kontrol positif (EM4) dan kontrol negatif (air). Penelitian dilakukan pada skala laboratorium, menggunakan polibag untuk menguji pengaruh pupuk terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai, pada media tanah gambut. Hasil penelitian memperlihatkan: 1) Karakteristik mikroorganisme yang potensial sebagai pupuk hayati dari tanah gambut Kalampangan, Kalimantan Tengah adalah sebagai berikut: bakteri pelarut fosfat terdiri dari Bacillus sp. dan Pseudomonas sp. Bakteri penambat nitrogen, termasuk ke dalam genus Azotobacter, sedangkan cendawan selulitik termasuk ke dalam genus Penicillium sp., Aspergillus sp., dan Trichoderma sp. 2) Mikroorganisme dari tanah gambut Kalampangan, yang ditemukan potensial untuk melarutkan posfat (bakteri pelarut fosfat), menambat nitrogen (bakteri penambat nitrogen non simbiotik, dan memecahkan selulosa (fungi selulitik). 3) Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa pemberian pupuk hayati ditambah dengan bahan organik, rata-rata memperlihatkan kemampuan mendukung pertumbuhan dan produktivitas tanaman kedelai yang lebih baik, pada tanah gambut dibandingkan dengan pemberian pupuk hayati cair tanpa bahan organik. 4) Hasil perlakuan pupuk hayati tanpa bahan organik, memperlihatkan bahwa pupuk hayati cair EM4, lebih baik dalam meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah polong tanaman kedelai, dibandingkan dengan kelompok pupuk hayati cair lokal, sebaliknya pupuk hayati cair lokal (BPF, CS, BPN) lebih mampu meningkatkan jumlah daun dan berat basah polong tanaman kedelai dibandingkan dengan EM4.

Item Type: Monograph (Project Report)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Prodi Pendidikan Biologi
Depositing User: LISWARA NENENG
Date Deposited: 19 Feb 2020 03:15
Last Modified: 19 Feb 2020 03:15
URI: http://repository.upr.ac.id/id/eprint/225

Actions (login required)

View Item View Item