PENGEMBANGAN METODE REKLAMASI TERPADU PADA LAHAN PASCA TAMBANG EMAS UNTUK BUDIDAYA TANAMAN PERKEBUNAN DI KALIMANTAN TENGAH

Neneng, Liswara (2012) PENGEMBANGAN METODE REKLAMASI TERPADU PADA LAHAN PASCA TAMBANG EMAS UNTUK BUDIDAYA TANAMAN PERKEBUNAN DI KALIMANTAN TENGAH. Project Report. Universitas Palangka Raya. (Unpublished)

[img] Text
LISWARA_INSINAS_2012.pdf

Download (4MB)

Abstract

Luas lahan pasca tambang emas di Kalimantan Tengah mencapai ribuan hektar. Sebagian besar lahan tidak produktif, karena didominasi tanah berpasir, miskin hara, kemasaman tanah rata-rata pH 5, dan sebagian lahan mengandung merkuri rata-rata 2,4 – 4,17 ppm. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki kondisi fisik, kimiawi, dan biologis tanah pada lahan pasca tambang emas, untuk dijadikan sebagai lahan perkebunan, menggunakan metode reklamasi terpadu. Metode penelitian ini terdiri dari kegiatan survey, eksperimen pada skala laboratorium, dan uji lapang. Metode survey dilakukan pada lokasi-lokasi pasca tambang emas di 6 lokasi dari 3 kabupaten di Kalimantan Tengah. Metode reklamasi terpadu merupakan penggabungan proses: 1) bioremediasi dan fitoremediasi, 2) biofertilisasi (amelioran), 3) penambahan bahan organik, 4) revegetasi dengan tanaman penutup (cover crop), dan 5) Tahun ke II dan III: revegetasi dengan tanaman perkebunan. Parameter keberhasilan penelitian, meliputi: 1) perbaikan struktur dan tekstur tanah, 2) peningkatan unsur hara tanah, 3) penurunan kadar Hg tanah, 4) peningkatan populasi biotik tanah, dan 5) kesuburan tanaman penutup. Pengukuran kadar Hg dan unsur hara tanah, menggunakan metode spektrofotometri. Prosedur analisis tanah menggunakan metode dari Balai Penelitian Tanah (2005), pengukuran kadar Hg menggunakan AAS yang didasarkan pada prosedur dalam APHA (1988), pengukuran populasi biotik dan mikroorganisme tanah, menggunakan metode pengamatan ekologis dan perhitungan lempeng total mikrobiologis. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif, dan kuantitatif. Hasil penelitian tahun I, memperlihatkan komposisi fisik tanah di areal pasca penambangan emas pada 6 lokasi pengamatan didominasi rata-rata 97% pasir, 2% debu, dan 1% liat. Kadar Hg tanah rata-rata 2,44 ppm, kandungan bahan organik tanah sangat rendah  20%. Jumlah vegetasi sangat sedikit, hanya ada 8 jenis yang dapat tumbuh pasca penambangan emas, yang terdiri dari jenis Melastoma sp., Cyperus sp (3 jenis), Allium sp., Gleichinia sp., Nephentes sp., dan Lycopodium sp. Jenis tumbuhan yang cukup dominan ditemui di 6 lokasi pasca penambangan emas di Kalimantan Tengah, adalah Melastoma sp., Cyperus sp., dan Gleichinia sp. Metode reklamasi terpadu telah memperbaiki kondisi tanah lahan pasca tambang emas, dari aspek fisik berupa: perubahan komposisi tekstur tanah menjadi 93% pasir, 5% debu, dan 2,5% liat, peningkatan unsur hara tanah sebesar rata-rata 82%, dan terjadi peningkatan kesuburan tanaman penutup sebesar 5 kali lipat dibandingkan kontrol. Formula reklamasi terpadu yang memberikan hasil terbaik pada aspek fisik, kimiawi, dan biologis tanah pada lahan pasca penambangan emas di Kalimantan Tengah, adalah: penggabungan antara perlakuan 1) bioremediasi dan fitoremediasi, 2) bokashi, 3) seresah, dan 4) tanaman penutup Colopogonium sp.

Item Type: Monograph (Project Report)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Prodi Pendidikan Biologi
Depositing User: LISWARA NENENG
Date Deposited: 19 Feb 2020 03:15
Last Modified: 19 Feb 2020 03:15
URI: http://repository.upr.ac.id/id/eprint/221

Actions (login required)

View Item View Item