AKTIVITAS ANTITUMOR PAYUDARA EKSTRAK TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN OLEH ETNIS DAYAK DI KALIMANTAN TENGAH PADA MENCIT YANG DIINDUKSI DMBA

Neneng, Liswara and Gunawan, Yohanes Edy and Pudjirahayu, Asri and Silawani, Supak and Ferayani, Ferayani (2016) AKTIVITAS ANTITUMOR PAYUDARA EKSTRAK TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN OLEH ETNIS DAYAK DI KALIMANTAN TENGAH PADA MENCIT YANG DIINDUKSI DMBA. Project Report. Universitas Palangka Raya. (Unpublished)

[img] Text
LISWARA_RISTOJA_2016.pdf

Download (4MB)

Abstract

Kalimantan tengah memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Sebagian dari keanekaragaman hayati tersebut adalah tumbuh-tumbuhan yang secara empiris digunakan untuk obat tradisional. Hasil Ristoja 2015, mengungkapkan beberapa tumbuhan digunakan sebagai antitumor oleh beberapa suku Dayak Kalimantan Tengah. Penelitian ini bertujuan membuktikan secara ilmiah: 1) bioaktivitas ekstrak tumbuhan obat, sebagai antitumor pada mencit galur Swiss webster; 2) perbedaan bioaktivitas ekstrak antitumor pada tumbuhan obat yang diekstraksi menggunakan pelarut hexana dan pelarut etanol; 3) toksisitas ekstrak antitumor terhadap organ hati dan ginjal mencit galur Swiss webster; 4) pengaruh dosis ekstrak tumbuhan obat terhadap bioaktivitas antitumor, pada mencit galur Swiss webster. Penelitian dimulai bulan Mei – Oktober 2016. Sampel tumbuhan kabupaten Lamandau, Kotawaringin Timur, dan Barito Utara, Kalimantan Tengah. Penyiapan simplisia dan pembuatan ekstrak di Laboratorium Farmasi Universitas Muhammadyah Palangka Raya, uji bioaktivitas ekstrak antitumor dan pembuatan preparat histologis, di laboratorium biologi Universitas Palangka Raya. Pembacaan preparat oleh dokter ahli patologi anatomi. Jenis pelarut: hexana dan etanol. Hewan uji berupa mencit dari galur Swiss Webster, diperoleh dari FKH IPB Bogor. Induksi sel tumor menggunakan DMBA dosis 20 mg/kg BB (10 kali, selama 5 minggu). Perlakuan ekstrak menggunakan dosis n dan 2n mg/kg,selama 7 minggu. Parameter penelitian: jumlah dan ukuran nodus sel tumor, dan kondisi preparat histologis jaringan tumor, organ hati, dan organ ginjal mencit. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian yang diperoleh, sebagai berikut: 1) Hasil identifikasi tumbuhan: topah susu daro (Hornstedtia conica Ridl), simbar (Microsorum pustulatum Copel., pangarereng (Rourea fulgens Planch), segentu (Lygodium microphyllum (Cav.)R.Br.), semuik (Ludwigia hyssopifolia (G. Don) Exell), sawang (Cordyline fruticosa (L.)A.Chev.). 2) Hasil uji mutu simplisia, diketahui:ramuan mengandung alkaloid, flavonoid, saponin; kayu kanker mengandung flavonoid dan alkaloid; topah susu daro mengandung alkaloid, pangarereng mengandung flavonoid dan saponin, dan simbar tidak mengandung ketiganya, 3) Hasil uji bioaktivitas antitumor, memperlihatkan bahwa Hasil uji in vivo potensi tumbuhan berkhasiat antitumor mengungkapkan bahwa, pemberian ekstrak tumbuhan antitumor menunjukkan adanya peningkatan kualitas hidup hewan uji. Pemberian ekstrak heksana simbar (2n), ekstrak heksana topah susu daro (1n), ekstrak etanol (2n) dan ekstrak heksana (1n) pangarereng telah meningkatkan masa hidup hewan uji. Berat badan yang stabil hewan uji menunjukkan adanya peningkatan kualitas hidup mencit. Perlakuan pemberian ekstrak kayu kanker dan ekstrak ramuan tidak menunjukkan aktivitas antitumor pada hewan uji. Hasil pembacaan preparat histologis perlakuan ekstrak pada jaringan tumor, organ hati, dan organ ginjal mencit, ditemukan adanya sel radang dalam jumlah banyak dan pada beberapa bidang pandang ditemukan adanya leukosit ball. Hal ini menunjukkan meningkatkan imunitas tubuh hewan uji, sehingga kemampuan untuk melawan kehadiran sel tumor meningkat. Hasil perlakuan ekstrak pada hewan uji tidak bersifat toksik pada organ hati dan ginjal mencit Swiss webster. Saran: Walaupun hasil survey fitokimia mengungkapkan adanya golongan senya alkaloid, flavonoid, dan saponin, namun penelitian ini belum mampu menjawab apakah golongan senyawa yang terdeteksi berperan dalam pengendalian pertumbuhan dan perkembangan nodus tumor. Oleh karena itu masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan melakukan fraksinasi dan menguji fraksi yang aktif.

Item Type: Monograph (Project Report)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RV Botanic, Thomsonian, and eclectic medicine
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Prodi Pendidikan Biologi
Depositing User: LISWARA NENENG
Date Deposited: 18 Feb 2020 04:45
Last Modified: 18 Feb 2020 04:45
URI: http://repository.upr.ac.id/id/eprint/202

Actions (login required)

View Item View Item